Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

TEROPONG SUMUT

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:46 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Aceh Tenggara, 13 Juni 2026 — Seorang putri daerah asal Kabupaten Aceh Tenggara berhasil menembus babak grand final ajang pemilihan Duta Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) 2026 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur. Ia adalah Joyce Christine Hutauruk, putri yang pernah tumbuh dan menjalani masa kecil di Desa Pulolatong, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara. Ajang prestisius ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang di seluruh Indonesia, menjadikan capaian tersebut istimewa bagi dirinya maupun bagi daerah asalnya.

Bagi masyarakat Tanoh Alas Metuah, keberhasilan Joyce melaju hingga grand final bukan sekadar soal prestasi akademik atau keberanian tampil di panggung nasional. Di mata warga, langkahnya mencerminkan kemampuan generasi muda Aceh Tenggara untuk bersaing dan berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik dari daerah lain. Joyce dipandang sebagai representasi bahwa anak-anak yang bertumbuh di kampung-kampung pelosok pun memiliki peluang yang sama untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Pemilihan Duta FILKOM UB selama ini dikenal sebagai ajang bergengsi di lingkungan kampus, karena tidak hanya menguji kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian, kepemimpinan, komunikasi, serta kepedulian sosial para pesertanya. Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.500 orang, proses seleksi berlangsung ketat sebelum akhirnya menyisakan sejumlah grand finalis, termasuk di antaranya Joyce. Predikat grand finalis ini membuat namanya kini ikut menjadi sorotan, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di kampung halamannya di Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons capaian itu, beredar sebuah ajakan terbuka kepada masyarakat Aceh Tenggara untuk memberikan dukungan penuh kepada Joyce. Ajakan tersebut disebarkan melalui berbagai platform digital dan pesan berantai. Seruan itu dibuka dengan sapaan hangat kepada “saudara-saudara masyarakat Aceh Tenggara di mana pun berada” dan mengajak semua pihak sejenak menyatukan hati, pikiran, dan doa untuk mendukung putri daerah yang sedang berjuang membawa nama baik Tanoh Alas di kancah nasional.

Dalam ajakan itu ditegaskan bahwa keberhasilan Joyce mencapai babak grand final bukan semata kebanggaan pribadi maupun keluarga, melainkan kebanggaan kolektif seluruh masyarakat Aceh Tenggara. Tulisan tersebut menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa anak-anak Tanoh Alas Metuah memiliki kemampuan, kecerdasan, keberanian, dan daya saing yang mampu berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa. Ketika seorang anak daerah melangkah ke panggung yang lebih besar, demikian ditegaskan, sesungguhnya ia tidak berjalan sendirian karena ada doa orang tua, dukungan sahabat, serta semangat kampung halaman yang mengiringinya.

Ajakan itu juga menekankan pentingnya persatuan. Masyarakat Aceh Tenggara, warga Kutacane, para perantau “Agara” di berbagai daerah di Indonesia, hingga masyarakat Aceh secara umum, diajak untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam satu semangat: mendukung putri daerah agar meraih hasil terbaik. Penulis seruan itu menggambarkan keberhasilan Joyce kelak bukan hanya sebagai kemenangan seorang individu, tetapi sebagai kemenangan Aceh Tenggara, kemenangan yang memperkenalkan bahwa dari bumi Tanoh Alas Metuah lahir generasi generasi hebat yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Secara lebih konkret, ajakan tersebut mengimbau masyarakat untuk memberi dukungan melalui berbagai saluran digital yang disediakan panitia. Dukungan diminta diwujudkan dengan memberikan tanda suka (like), membagikan (share), dan menyebarluaskan informasi mengenai keikutsertaan Joyce di pemilihan Duta FILKOM UB 2026. Setiap bentuk dukungan itu diharapkan menjadi tambahan semangat bagi perjuangan Joyce, sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh Tenggara berdiri di belakang putra-putri terbaiknya.

Di dalam seruan yang sama, identitas kolektif sebagai satu keluarga besar Tanoh Alas kembali ditekankan. Masyarakat Aceh Tenggara diajak menunjukkan diri sebagai komunitas yang menjunjung tinggi persaudaraan, menghargai setiap prestasi, dan selalu hadir mendampingi generasi muda yang berjuang. “Ketika satu putri Aceh Tenggara berjuang, maka seluruh masyarakat Aceh Tenggara berdiri di belakangnya memberikan dukungan,” demikian salah satu pesan yang disebarkan dan kini banyak dikutip kembali di berbagai kanal komunikasi warga.

Ajakan itu kemudian dirangkaikan dengan seruan kebanggaan dan penyebutan identitas Aceh Tenggara, Tanoh Alas Metuah, sebagai rumah besar bersama. Ungkapan seperti “Satu hati, satu semangat, satu kebanggaan untuk Aceh Tenggara” digunakan untuk menegaskan bahwa dukungan kepada Joyce bukan hanya soal ajang pemilihan duta kampus, melainkan juga tentang upaya memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan diri kolektif masyarakat daerah.

Seruan tersebut ditutup dengan doa agar perjuangan Joyce memperoleh ridha Allah SWT dan berujung pada hasil terbaik yang membanggakan. Nama Joyce kembali disebut sebagai putri daerah yang diharapkan mampu membawa pulang kebanggaan bagi Aceh Tenggara. Bagi banyak warga, apa pun hasil akhir pemilihan Duta FILKOM UB 2026, langkah Joyce mencapai grand final sudah menjadi penanda bahwa dari sudut Tanoh Alas Metuah, generasi muda siap tampil dan berkontribusi di panggung nasional.

FERNANDO. H

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Presisi
Dua Jam Berselang, Pengembangan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Berbuah Hasil, Pemasok Sabu Berhasil Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi dengan Dunia Pendidikan Lewat Kunjungan ke SMP Negeri 1 Kutacane
Dugaan Monopoli KIP dan Pungutan PIP di SDN 2 Biak Muli Mencuat, Masyarakat Minta Aparat Bertindak
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Diduga Abaikan Standar Konstruksi, Proyek Bronjong Ketambe Berpotensi Rugikan Negara
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:27 WIB

Konfirmasi Awak Media Masih Ditunggu, Dir Reskrimum Polda Sumut Belum Buka Suara Soal Laporan Penipuan dan Fitnah

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Nyali Polda Sumut Terkesan Ditantang Oleh Dua Orang Mamak Maling Terlapor Kasus Dugaan Penipuan, 8 Bulan Masi Berkeliaran di Kota Medan ?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:35 WIB

Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Dari Sumatera Utara, Putra Minang Beri Dukungan Penuh untuk Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq sebagai Komandan Upacara HUT RI 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Lembaga MPSU Desak Polrestabes Medan Usut Tuntas Gudang Solar Subsidi di Damar Wulan Sampali ” Milik Napit alias Hendrik “

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Laporannya Diproses! Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvin Simanjutak Dapatkan Apresiasi Dari Korban Pencurian Yang Dituduh Meras Maling 250 Juta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Ternyata, Penangguhan Penahanan Korban Pencurian Jadi Tersangka di Polrestabes Medan Setelah Membantu Polisi Menangkap Maling Atas Atensi Ketua Komisi III DPR RI Bapak Habiburokhman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Beredar Isu Wartawan Korban Pencurian Jadi Tersangka Diduga Akan “Dihabisi” Jika Ditangkap, Isu Uang Imbalan 30 Juta Sudah Beredar!

Berita Terbaru