PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

TEROPONG SUMUT

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar diskusi publik bertajuk **”Paradoks Indonesia, Paradoks Jawa Barat: Ke Mana Arah Keberpihakannya?”** sebagai ruang kritik dan refleksi terhadap berbagai persoalan pembangunan yang dinilai masih menyisakan ketimpangan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Angkringan Langkah, Jalan Cijawura III, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, pada Selasa (16/6/2026), dihadiri Ketua PKC PMII Jawa Barat Rusli Hermawan bersama ratusan kader PMII dari berbagai cabang se-Jawa Barat. Forum ini juga melibatkan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) sebagai representasi masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan publik.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Riki Ramdhan Fadilah, mengatakan diskusi tersebut merupakan bentuk komitmen PMII dalam mengawal berbagai persoalan kerakyatan di tengah kondisi nasional dan daerah yang dinilai penuh kontradiksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi yang kerap ditampilkan melalui indikator makro dengan kondisi kesejahteraan masyarakat di lapangan.

“Diskusi ini kami gagas karena melihat adanya jurang pemisah yang lebar antara pertumbuhan ekonomi dengan realitas kesejahteraan masyarakat. Kita melihat di tingkat nasional, warisan keadilan sosial Bung Karno belum sepenuhnya membumi,” ujar Riki.

Riki yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Komunikasi, Hubungan Pemerintah, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Jawa Barat menyoroti kondisi Jawa Barat yang masih menghadapi berbagai persoalan sosial, khususnya di sektor pendidikan. Ia menyebut provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut masih mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tertinggi secara nasional berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selain isu pendidikan, diskusi juga mengulas sejumlah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian meliputi pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, terutama pekerja sektor informal seperti pengemudi ojol.

Forum tersebut juga menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut peserta diskusi masih menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Beberapa isu krusial yang kami bedah di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM yang menekan daya beli masyarakat informal seperti ojol, hingga karut-marut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih minim pengawasan dan menyisakan kasus keracunan di sejumlah daerah,” kata Riki.

Tak hanya membahas persoalan ekonomi dan sosial, diskusi tersebut turut merefleksikan dinamika gerakan mahasiswa nasional. Salah satu isu yang mengemuka adalah insiden penolakan dialog oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) saat kunjungan Presiden yang memunculkan perdebatan mengenai posisi gerakan mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Peristiwa tersebut memicu perdebatan penting mengenai bagaimana mahasiswa hari ini harus memosisikan diri, apakah tetap menjaga jarak kritis atau mengoptimalkan ruang dialog sebagai instrumen pengawasan,” ujarnya.

Melalui forum ini, PKC PMII Jawa Barat di bawah kepemimpinan Rusli Hermawan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor konsolidasi gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.

PMII menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian statistik makroekonomi semata, melainkan dari sejauh mana keadilan sosial dan keberpihakan negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah deretan angka statistik makroekonomi, melainkan sejauh mana keadilan dan keberpihakan negara dapat dirasakan nyata oleh masyarakat di akar rumput,” tutup Riki. (REDAKSI)

Berita Terkait

Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Dimulai, Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang
PELANTIKAN DPP SWI 2026–2031,SWI Teguhkan Profesionalisme dan Aksi Nyata Lewat Green Impact
. Sudah Masuk Ranking, Tiga Calon Siswa Jalur MBK di SMAN 2 Padalarang Justru Dinyatakan Tak Lolos, Ada Apa?
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial
Dr. T.R. Fahsul Falah raih gelar doktor kedua di Unpas, Hadirkan Gagasan Penguatan SPBE dan Reformasi Birokrasi
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:27 WIB

Konfirmasi Awak Media Masih Ditunggu, Dir Reskrimum Polda Sumut Belum Buka Suara Soal Laporan Penipuan dan Fitnah

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Nyali Polda Sumut Terkesan Ditantang Oleh Dua Orang Mamak Maling Terlapor Kasus Dugaan Penipuan, 8 Bulan Masi Berkeliaran di Kota Medan ?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:35 WIB

Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Dari Sumatera Utara, Putra Minang Beri Dukungan Penuh untuk Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq sebagai Komandan Upacara HUT RI 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Lembaga MPSU Desak Polrestabes Medan Usut Tuntas Gudang Solar Subsidi di Damar Wulan Sampali ” Milik Napit alias Hendrik “

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Laporannya Diproses! Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvin Simanjutak Dapatkan Apresiasi Dari Korban Pencurian Yang Dituduh Meras Maling 250 Juta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Ternyata, Penangguhan Penahanan Korban Pencurian Jadi Tersangka di Polrestabes Medan Setelah Membantu Polisi Menangkap Maling Atas Atensi Ketua Komisi III DPR RI Bapak Habiburokhman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Beredar Isu Wartawan Korban Pencurian Jadi Tersangka Diduga Akan “Dihabisi” Jika Ditangkap, Isu Uang Imbalan 30 Juta Sudah Beredar!

Berita Terbaru