Wali Kota Jaksel Minta Jajaran Responsif Tangani Aduan Warga, Publik Pertanyakan Soal PKL Menjamur di Kalibata City

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:44 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pedagang Kaki Lima Menjamur di Kawasan Apartemen Kalibata City

Foto : Pedagang Kaki Lima Menjamur di Kawasan Apartemen Kalibata City


JAKARTA || Belum lama ini Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan respons terhadap setiap aduan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) maupun media sosial.

Dikatakan Syafrin Liputo dilansir dari Berita Jakarta, tingginya jumlah aduan masyarakat harus dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Tingkatkan kompetensi digital, pelajari cara berkomunikasi yang baik di ruang publik digital, dan bangun sistem respons cepat di masing-masing lini pelayanan,” ujarnya, Senin (06/07/26).

Syafrin menjelaskan, seluruh OPD perlu mengubah pola pikir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan publik tidak boleh lagi bersifat pasif dengan menunggu laporan datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus proaktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan di lapangan supaya dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak berlarut-larut,” terangnya.

Ia berharap, pemanfaatan ruang digital dapat menjadi bukti bahwa aparatur di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan mampu bekerja secara profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Namun hal tersebut publik mempertanyakan terkait penertiban Pedagang Kaki Lima di sekitar Apartemen Kalibata City yang berjualan dibahu jalan hingga separuh jalan di kuasai para PKL tersebut.

Padahal sudah jelas pada Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 Pasal 25 Ayat (2) yang menyebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang berdagang atau berusaha di bagian jalan, trotoar, halte, jembatan penyeberangan orang, maupun tempat-tempat kepentingan umum lainnya di luar ketentuan yang berlaku.

“Stement Pak Wali Kota Jaksel patut di Apresiasi, tapi kita sebagai kontrol sosial sebagai publik mempertanyakan soal pedagang kaki lima di Jakarta Selatan. Kalau mau benar-benar menegakkan Perda, jangan tebang pilih. Di tempat lain masih banyak yang semrawut, akibat banyaknya PKL yang berjualan di bahu jalan,” ujar Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Ley Bolon, Selasa (07/07/27).

Jika alasan penertiban PKL lantaran penyebab kemacetan, Ley Bolon menyebutkan beberapa wilayah di Kecamatan Pancoran juga mengalami hal serupa.

“Banyak kok yang sering terjadi kemacetan akibat banyaknya PKL yang dagang di sepanjang trotoar, kenapa hanya di satu tempat saja?” katanya.

“Jangan jauh-jauh lah, di kawasan Jalan samping Apartemen Kalibata City masih banyak PKL yang berdagang di bahu jalan. Pemda Jaksel atau Satpol PP gak perlu pencitraan dengan menertibkan PKL yang kelihatan saja,” ujarnya.

Ia berharap kepada aparat tidak tebang pilih dalam penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum. Sehingga masyarakat tidak menilai negatif kepada penindakan atau penertiban kepada PKL yang notabenenya rakyat kecil.

“Kalau mau wilayahnya tertib jangan pilih kasih. Babat ya babat semua, jangan dipilih-pilih mana yang setoran dan mana yang tidak,” tegas seorang pengamat kebijakan publik dan Sosial.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang
PELANTIKAN DPP SWI 2026–2031,SWI Teguhkan Profesionalisme dan Aksi Nyata Lewat Green Impact
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Bela Ketum Bahlil, Fahd El Fouz Arafiq Tegaskan Ormas Golkar Siaga Satu Hadapi Serangan Politik

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:27 WIB

Konfirmasi Awak Media Masih Ditunggu, Dir Reskrimum Polda Sumut Belum Buka Suara Soal Laporan Penipuan dan Fitnah

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Nyali Polda Sumut Terkesan Ditantang Oleh Dua Orang Mamak Maling Terlapor Kasus Dugaan Penipuan, 8 Bulan Masi Berkeliaran di Kota Medan ?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:35 WIB

Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Dari Sumatera Utara, Putra Minang Beri Dukungan Penuh untuk Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq sebagai Komandan Upacara HUT RI 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Lembaga MPSU Desak Polrestabes Medan Usut Tuntas Gudang Solar Subsidi di Damar Wulan Sampali ” Milik Napit alias Hendrik “

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Laporannya Diproses! Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvin Simanjutak Dapatkan Apresiasi Dari Korban Pencurian Yang Dituduh Meras Maling 250 Juta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Ternyata, Penangguhan Penahanan Korban Pencurian Jadi Tersangka di Polrestabes Medan Setelah Membantu Polisi Menangkap Maling Atas Atensi Ketua Komisi III DPR RI Bapak Habiburokhman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Beredar Isu Wartawan Korban Pencurian Jadi Tersangka Diduga Akan “Dihabisi” Jika Ditangkap, Isu Uang Imbalan 30 Juta Sudah Beredar!

Berita Terbaru